Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
BetFoodie Lidah Indonesia2026-01-18 05:44:39【Sehat】199 orang sudah membaca
PerkenalanProses pemorsian MBG di dapur SPPG Angsau Dua milik Polres Tanah Laut, Kamis (6/11/2025). ANTARA/Fir

Pelaihari (ANTARA) - Satu unit mobil bak terbuka, Rabu (5/11) pagi membawa bahan pangan tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsau Dua yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, untuk mendukung program Makan Bergiizi Gratis atau MBG.
Barang yang diangkut untuk program MBG itu berupa buah apel 100 kilogram, wortel 20 kilogram, kentang 50 kilogram, selada 9,5 kilogram, tempe 58 kilogram dan ayam potong 47 kilogram.
Semua barang langsung dimasukkan ke ruang penyimpanan, sebelum diproses untuk dimasak bagi produksi program MBG.
Bahan baku pangan untuk MBG ini, semuanya berasal dari petani lokal di Kabupaten Tanah Laut yang telah bekerja sama dengan SPPG Angsau Dua di Jalan Ahmad Yani Gang Rahayu, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari.
Kepala SPPG Angsau Dua Muhammad Alif Lazuardi mengaku memberdayakan petani lokal dan juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memang menjadi komitmen pihaknya, sebagaimana arahan Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Sialagan.
"Jadi semua bahan pangan, termasuk beras, dipasok dari Kabupaten Tanah Laut, harapannya keberadaan SPPG berdampak terhadap ekonomi masyarakat lokal," kata Alif.
Kabupaten Tanah Laut memang dikenal sebagai sentral pertanian hortikultura, seperti buah-buahan dan sayuran.
Daerah ini juga menjadi kabupaten andalan atau role modelatas berbagai pencapaian dalam hal produksi padi.
Tahun ini peningkatan surplus beras sebesar 27.628 ton, dengan produksi beras 63.435 ton, sementara jumlah penduduk 365.000 jiwa, dengan konsumsi berasnya sebanyak 35.807 ton.
Memiliki luas wilayah mencapai 363 ribu hektare, dengan 264 ribu hektare, di antaranya pertanian dan perkebunan dan 27 ribu hektare adalah luasan lahan baku sawah (LBS). Daerah ini subur, dengan budi daya pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
Ada lima kelompok tani dan 10 UMKM yang digandeng untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi kebutuhan SPPG itu setiap harinya yang harus menyediakan 3.186 porsi MBG.

Suka(42)
Artikel Terkait
- Bupati Bekasi instruksikan percepatan penanganan banjir
- Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura
- Jaksel beri bantuan dan penanganan terdampak kebakaran Pengadegan
- Kemarin, jaminan siswa Sekolah Rakyat hingga prestasi Program MBG
- Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya
- Promosikan kuliner, makan gratis di Sungai Kapuas ramai pengunjung
- BGN datangkan ahli gizi dari daerah lain untuk SPPG di Manokwari
- Perjuangan layanan MBG di Pulau Belakangpadang Batam
- Jepang lanjutkan ekspor makanan laut ke China setelah larangan dicabut
- Pemerintah siapkan rapid test dan chef profesional kawal kualitas MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Pemprov Jateng: MBG telah sasar 6,3 juta penerima manfaat

Pemkot Malang gencarkan IKL untuk pengolahan bahan MBG tetap aman

8 fakta minum kopi hitam bermanfaat untuk kesehatan hati

BPOM lakukan evaluasi cegah komoditas terpapar radioaktif dikonsumsi

BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung

Pemkab Bogor mantapkan infrastruktur dan sertifikasi dapur MBG

Bupati Banyumas: Gebyar Pendidikan Non

Jaksel beri bantuan dan penanganan terdampak kebakaran Pengadegan